Tentu sudah tidak asing
bila anda mendengar kata tekhnologi. Teknologi selalu berkembang dari tahun ke
tahun. Dan jumlah pengikutnya pun sudah sangat banyak. Tetapi Bagaimana reaksi
anda setelah mendengar bahwa para ahli dan pakar teknologi informasi saat ini
sedang menyiapkan segala keperluannya untuk mengembangkan teknologi komputer di masa
depan? Mungkin Anda akan terperangah sambil bergumam sendiri: benarkah
itu. Atau bahkan tak terbayang sama sekali karena begitu sulit untuk
dibayangkan bagaimana mereka bisa melakukannya.
Transformasi bidang
teknologi yang begitu absurd (Tidak masuk akal) dan sangat cepat memang memaksa
para pakar dari berbagai negara untuk terus-menerus melakukan inovasi. Karena
jika tidak, ya mereka akan tersingkir. Prinsipnya: yang unik dan secara
menggelora melakukan eksplorasi maka dia lah yang akan menjadi pemenangnya.
Setelah era komputer biasa
sudah mulai berangsur ditinggalkan, masyarakat dunia telah beralih ke laptop
atau komputer fleksibel yang bisa dijinjing ke mana-mana. Masa laptop tak akan
stagnan dan terus-terusan dipakai orang, namun seiring dengan ditemukannya
teknologi baru yang jauh lebih memudahkan dan lebih canggih maka laptop dengan
sendirinya akan banyak yang meninggalkan. Seperti contohnya sekarang laptop
sudah tersaingi oleh Tablet. Secara umum pengertian Tablet sama dengan laptop,
namun yang membedakannya terletak pada cara penggunaan dan stylenya. Dan untuk
kalangan anak muda rasa gengsi juga dapat termasuk salah satu hal yang
membedakan laptop dengan tablet.
Proyek Baru
Proyek Baru
Pertanyaannya, seperti apa
sih teknologi komputer masa depan itu yang akan menggantikan eksistensi
laptop (walau mungkin masih membutuhkan waktu beberapa dekade lagi)? Sebuah
mega proyek tengah dirancang oleh EMES Nanoscience and Picotechnology Group
(GNS) yang mewacanakan untuk membuat sebuah kegilaan dan sungguh di luar
imajinasi masyarakat kebanyakan: komputer sebesar molekul.
Tahapan awalnya, mereka
sudah berhasil dengan apa yang disebut gerbang logika dengan 30 buah atom.
Selanjutnya mereka akan melakukan penyusunan terkait teknologi, perancangan
arsitektur, dan bahan kimia yang sangat fundamental untuk menghasilkan komputer
dengan ukuran sangat mini itu.
Sasarannya adalah industri
yakni dengan digunakannya model komputer ‘molekul’ maka akan banyak menghemat
cost (biaya). Namun, untuk komputer rumahan atau industri kecil belum tentu
secepatnya akan digunakan karena harganya pasti jauh lebih mahal ketimbang
komputer biasa atau laptop.
Bisa dibayangkan, orang
yang menggunakan komputer ‘molekul’ ini membutuhkan mikroskop sebagai bantuan
dalam mengoperasionalkannya. Ukuran elemen yang digunakan sungguh sangat
mikroskopis memang dalam beberapa hal sangat banyak menguntungkan, terutama
jika dilihat dari sisi fleksibilitasnya, namun di sisi lain memerlukan waktu
yang lumayan lama untuk beradaptasi dengan setiap hasil temuan teknologi baru.
Inspirasi Otak Kucing
Selain itu, teknologi
komputer masa depan diklaim akan banyak meniru cara kerja sel otak kucing
dimana mampu mengenali banyak sekali informasi dan menyimpannya dalam jangka
waktu lumayan lama. Disebutkan bahwa salah satu kelebihan dengan mengadaptasi
sistem kerja otak kucing dimungkinkan sebuah perangkat komputer akan mampu
menyelesaikan berbagai keputusan yang rumit dan menampilkan lebih banyak tugas
secara simultansi.
Uniknya, elemen perangkat
yang diselidiki oleh Universitas Michigan, AS merupakan sebuah pengembangan
dari memristors. Alat ini merupakan sirkuit elemen yang mampu membawa memori
dari kegiatan sebelumnya, dimana ketika misalnya Anda mematikan perangkat
komputer Anda maka memristors akan tetap bekerja aktif untuk mengingat seberapa
banyak aktivitas sebelumnya yang dilakukan, dan kemudian menyimpan datanya.
Sifat alami yang dilakukan
memristors membuat para peneliti di Michigan berbuat seperti sinapsis, yang
menghubungkan sel di otak dengan neuron dalam tempo bersamaan. Sinapsis
merupakan alat konfigurasi ulang yang mampu membentuk jalur-jalur untuk menghubungkan
ribuan bahkan jutaan neuron, seperti memristors yang mampu mengingat jalur
berdasarkan sinyal elektrik yang diterima neuron.
Kesimpulannya, dengan
berbagai ekspektasi kemajuan teknologi ini manusia diharapkan dapat banyak
terbantu aktivitasnya dan lebih produktif meskipun harus tetap waspada supaya
terhindari efek negatif kemajuan teknologi.
03.02
Unknown



